Jumat, 01 Mei 2015

Sedih dan tangisku dalam diam dan canda tawa ku (bagian 2)

Setelah kurang lebih setahun aku harus merelakan kehilangan anakkku dengan segala intrik dan ombak yang bergulung dan menerjang pantai hati ini, ternyata Allah SWT yang murah hati dan penuh kasih sayangnya yang tak terbatas dan tak terkira memberikan aku lagi seorang bayi yang masih dalam kandungan isteri. Betapa bahagianya aku terutama isteriku, bagaikan seseorang yang merindui kekasih yang pergi jauh datang kembali setelah lama tak bersua. Namun belum 100% aku kembali merasakan rasa seperti dulu kala masih tersisa bekas luka bila terlintas kenangan masa lalu.

Sebuah karunia dan cobaan dari Allah SWT karena semua yang Ia berikan menurutku adalah sebuah karunia dan cobaan. Karunia karena Allah memberikan sesuatu yang pastinya sangat baik untuk kita namun juga sebuah cobaan apakah yang Ia berikan akan tetap menjadi baik atau lebih baik bahkan menjadi buruk atau lebih buruk bagi umatNya.
Usia kandungan isteri ku kala itu sekitar 5 bulan, aku berkeinginan untuk memeriksa janin yang ada dalam kandungan ke dokter kandungan agar lebih nyakin dan akhirnya aku juga memeriksa kandungan (USG) dengan teknologi 3D walaupun saat itu setahui ilmu kesehatan telah bisa melihat janin yang ada dalam kandungan seorang ibu dengan 4D. Keadaan bayi yang ada di dalam kandungan ternyata sehat dan baik-baik saja, kesenangan dan kebahagian pun menyelimuti hati dan menyeruak dengan pesonanya.

Bayi Lucu
Namun manusia hanya bisa merencanakan dan menjalankan apa yang ada di muka bumi akhirnya ketetapan Allah lah pada akhirnya, yang biasanya disebut Sunnatullah.
Di usia kandungan memasuki bulan 6 bulan lebih Allah berkehendak lain, terjadi pendarahan pada isteri lalu kubawa isteri ke Rumah Sakit. Karena telah malam akhirnya harus masuk IGD, cukup lama hingga salah satu perawat berkata dokternya dalam perjalanan namun ada dokter jaga yang akan membantu terlebih dahulu. Akhirnya isteriku dibawa ke ruangan persalinan, namun di saat perjalanan dari IGD ke ruang persalinan salah satu perawat atau staff RS atau sapa lah aku juga kurang memperhatikan dan memperdulikannya.

Cukup lama isteri ku di ruang persalian untuk nunggu pembukaan kata perawat yang ada disitu, hingga salah satu dari sekian orang yang ada entah dokter atau perawat berkata bahwa usia kandungan masih muda yaitu 6 bulan lebih dikit aja namun telah terjadi kontraksi. Jadi katanya

Pemburu burung

Siang itu sekitar pukul 1 siang aku pulang dari rumah orang tua ku menuju rumah ku, niatnya sih mau melihat api yang pagi hari aku nyalakan untuk membakar sampah di halamana samping. Aku memang biasa membakar sampah dari dapur di halaman samping yang sebelumnya di tumpuk di belakang rumah, bila dirasakan sudah cukup banyak baru kubakar dan itu pun dilihat dari situasi dan kondisinya.
Karena tanah masih banyak gambutnya maka aku harus hati-hati dalam membakar apa pun diatasnya, hal ini dikarena api bisa menjalar kemana-mana dibawah gambut dan hal itu tanpa disadari akan merambat ke tanah, tanaman atau pun yang mudah terbakar. Akhirnya bisa-bisa aku membakar seluruh lahan yang lainnya di dekatnya, seperti kejadian yang lalu dimana asap mengepung daerah kubu raya, pontianak.
tempat bakar sampah sebelumnya
Biasanya aku membakar di dekat pagar sekitar 30 cm lah sekalian membakar tunggul kayu yang susah untuk di buang karena dalamnya ke tanah.

Dengan begitu memudahkan aku untuk menggali tanah tersebut membuat kolam pengumpul air hujan yang mengalir melalui parit yang jatuh dari atap. Sekarang tunggul tersebut sudah habis terbakar kini tinggal aku membuat kolam penampungnya saja.

Maka aku memindahkan membakar sampah ke tanah yang lain yang masih ada tunggul pohon pas di batas tanah, sebelah batas tanah itu masih berdiri pepohonan lebat dan ilalang kering.
Karena itulah setelah aku menitipkan anak ku kepada orang tua ku aku kembali kerumah.

Ketika aku sampai di depan pagar rumah kulihat 2 orang menggunakan motor sedang melihat-lihat sekeliling, pikiran ku mungkin kedua orang tersebut ingin melihat tanahnya yang masuk lagi kedalam yang masih berupa rerindangan pohon.
Aku pun berujar "Lagi apa mas, cari apa ?", ketika aku membuka pagar untuk memasukkan motor ke halaman rumah
Salah satunya berujar " Ini om cari burung, banyak gak om disini" kata orang yang rupanya keturunan orang jawa
"oooo....dulu sih banyak orang yang cari burung disini mas sekitar sebulan sebelum tanah di belakang ini mulai dibuka untuk perumahan, sekarang sih udah gak ada lagi" jawab ku
"motornya disimpan di dalam pagar sini saja, takut hujan" ajakku karena saat itu cuaca tiba-tiba mendung dan rintik hujan pun mulai jatuh membasahi tanah
Akhinya motornya disimpan ke dalam pagar dan mengeluarkan sangkar burung dari kain pembungkus, setelah kutanya untuk apa sangkar burung tersebut ternyata isinya sebuah burung yang katanya burung pemanggil burung yang akan menjebak burung lain yang hendak ditangkap.
Para pencari burung
melihat perangkap yang jauh dari balik pohon 
Aku pun sempat ikut dengan mereka untuk melihat bagaimana mereka menangkap seekor burung, dengan menggunakan ranting kayu yang ujungnya dililitkan karet mentah yang dibawanya namun sebelumnya telah didiamkan semalam untuk digunakan esok harinya begitulah kata mereka.
Hingga pukul 3 lewat sore hari aku mengikuti mereka dengan hanya jongkok manis menunggu perangkap berhasil menangkap seekor burung. Namun hingga waktu itu tiada yang didapatkan, aku pun pamit untuk masuk kerumah.
Di dalam rumah aku pun mandi karena akan menjemput isteri pulang dari tempat kerja, setelah selesai mandi aku pun langsung memakai pakaian. Disaat aku memakai pakaian itulah terdengar
"Om, makasih ya kami pulang dulu" terdengar suara teriakan keras dari luar rumah
Aku pun bergegas memakai pakaian dan menuju keluar rumah dengan pakaian dibadan belum rapi
"Oooo...sudah selesai kah, ada gak burung yang ketangkap,iyalah kalo sudah selesai" kata ku sambil mengambil motor untuk mengeluarkan dari garasi.
"Cuma dapat satu ekor om nih pas om nya pulang tadi" ujarnya singkat dan membereskan peralatan yang ada
"Baiklah om kami pulang dulu, makasih ya om" lanjutnya lalu pergi meninggal aku yang lagi memarkirkan motor di depan pintu pagar rumah.
Lalu aku pun mengunci pintu garasi dan pagar lalu langsung berangkat pergi menjemput isteri ku.

Jumat, 17 April 2015

Diri sendiri

Kemarin adalah sebuah peristiwa yang telah berlalu
Hari ini adalah sebuah peristiwa yang sedang terjadi
Esok adalah sebuah peristiwa yang belum akan terjadi

Oleh karena itu jadikanlah kemarin pembelajaran diri
Hari ini menjadi evaluasi diri dan memperbaiki diri
Esok hari menjadi lebih baik dari hari ini menjadi sosok yang lebih arif dan bijaksana

Pesan : untuk diri sendiri


Selasa, 14 April 2015

Wahai

Wahai hati yang kalut....
Wahai pikiran yang kusut....
Kalian memeluk hangat tubuh ini, terukir jelas di noktah hidup
Seribu bayangan kelabu menguras jiwa...serasa tabir mengekang raga

Terangkai bunga duri dibawah pijakan kaki
Mencoba mengoyak kendali pikiran yang keruh
Yang merajam seluruh isi hati

Sabtu, 25 Oktober 2014

Memelihara ayam kampung

Awalnya aku dan isteri memelihara kelinci angora, namun karena baru mulai mencoba tanpa ada ilmunya yang lebih jelas dan tepat akhirnya kelinaci kami mati. Kandang kelinci yang ada pun hanya jadi hiasan di garasi.

Memang kami menyimpan kandang itu di dalam garasi, hanya bila pagi hari sebelum pergi mengeluarkannya lalu saat pergi aku memasukkannya. Dan jika sore hari saat kami tiba di rumah kami keluarkan kandang tersebut sebentar lalu masukkan lagi ke dalam kandang.

 

Kandang ayamInduk ayam dan anak ayamKandang ayam dilihat dari depan

Namun sekarang kami memiliki seekor ayam induk betina dan 6 ekor anak ayam, itu kami dapatkan dari orang tua isteri atau mertua ku. Memang dari awal kami punya rumah mertua menyarankan untuk memelihara ayam namun aku menolak saat itu karena aku belum pernah memiliki hewan peliharaan. Lalu  kuberanikan diri untuk memelihara hewan pertama kalinya yaitu kelinci angora….yang akhirnya mati sedih rasanya terlebih isteri hingga nangis.

 

Penyebab kelinci kami mati karena udara dingin yang ada saat musim penghujan tiba, katanya kelinci sering sakit pada musim penghujan bila tidak benar dijaga dan dipelihara dibandingkan musim kemarau atau musim biasa.

kandang ayam dari sampingkandang ayam dari samping1kandang ayam dari samping2

Namun kini aku tetap akan mencoba memelihara ayam kampung ini hingga besar dan menghasilkan sebagai pembelajaran yang lebih baik setelah pengalaman ku memelihara kelinci angora. Karena jika ini berhasil maka ke depannya isteri ingin memelihara kelinci lagi namun mungkin kelinci kampung bukan kelinci angora yang lebih mudah dalam pemeliharaannnya.

 

Semoga berhasil dan sukses selalu menghampiri kami sehingga kami punya tanaman-tanaman bunga, buah dan binatang peliharaan seperti kelinci, ayam, ikan dan lainnya…..amin

Jumat, 19 September 2014

Andai………..

Andai….masih ada tanah yang becek selepas hujan turun

Bukan genangan air diatas semen yang kuat dan kokoh

Rerumputan liar yang hiasan halaman alami nan asri

Bukan lumut hijau dan ribuan deru mesin diatasnya

 

Kupu-kupu terbang kesana kemari hinggap di dedaunan

Belalang yang hinggap di hamparan rerumputan basah

Dimanakah mereka semua flora dan fauna itu berada

Tunas-tunas bermunculan tanda kehidupan baru segera muncul

 

Menggantikan serakan daun-daun coklat yang telah mati

Pepohonan rindang berjejer rapi menambah keindahannya

Bukannya berlomba-lomba meninggikan bangunan yang megah

Air jernih yang mengalir disetiap alirannya menuju ketampatnya

Bukan air kotor yang tampak ditambah sengatan aromanya

Sentuhan gaib

Tersenyumlah sayang atas semua pedih di hati

Sebab cinta selalu ada meraih bahagia di hidup

Yang terkadang luka pedih lama tertoreh membuka

Terkadang juga sentuhan lembut menghangatkan jiwa

 

Peluklah asa dan dunia pun kan lebih berwarna

Bila serasa dunia menapik rencana berkelanjutan

Dingin dan gelap menemani menyisakan duka

Masih ada sisa di ruang hati untuk sentuhan gaib

 

Membasuh semua pedih dengan cara tak terduga

Sabtu, 17 Mei 2014

Semua pasti berlalu

Masih teringat saat pertama kali deru mesin yang keluar membuat tak nyaman

Asap yang keluar membuat sesak dan menyengat ke dalam paru-paru

Derauannya membuat bising hingga memganggu tidur nyenyak kita

Mungkin salah ku dengan keegoisan ku dan keangkuhanku

 

Tetes demi tetes air mata sertaair dari tubuh hingga sedu dan sedan selalu muncul dari mu

Panas yang selalu saja hadir walau pun kipas angin menyala selama itu

Kecewa dan kegundahan yang ada terasa sangat mendekap tanpa mau lepas

Ku selalu membesarkan hati mu agar sabar dan nikmati saja karunia dan rejeki dari Nya

Walau sebenarnya hati kecil dan terdalam ku ini remuk redam berkeping-keping

 

Kusesali keputusan ku sesaat saat ku lihat kegalauan dan keresahan mu akan situasi ini

Namun ku teguhkan hati bahwa ini sementara, semua pasti berlalu dan indah pada waktunya

Tempat tinggal kita yang jauh dari kota bahkan keramaian, bisa dibilang di hutan

Karena sekeliling kita hanya jajaran pohon yang menemani, suara binatang yang bertautan

 

Berjarak diameter 100 meter baru kita temui peradaban, dimana orang-orang berlalu lalang

Ku selalu berdoa pada Allah SWT agar menguatkan hati mu dan bersabar dengan keadaan ini

Tak lupa pula ku berdoa pada Nya agar menguatkan hati ini agar bisa menguatkan hati mu

1 tahun yang lalu kini berlalu……

Sabtu, 03 Mei 2014

Cinta adalah rasa

Sentuhan kasih ku tak lekang oleh dimensi apa pun

Telah terpatri di sanubari sebuah cinta yang utuh pada mu

Semoga palung hatimu menerimanya dengan senyuman

Cinta yang menghentikan denyut nadi

 

Tak lelah menantimu hingga akhir masa

Saat raga menua, pikiran pikun, rambut memutih, napas berhenti berhembus

Hati ku bergejolak layaknya air mendidih

Ku pasrahkan hati ku pada-Nya

jemari tangan mu

Ingin ku menyentuhmu, memelukmu, menggenggam jemari tanganmu

Namun bila ini jalan ku…………..

Dan itu jalan mu……

Cinta ini takkan pernah pudar

Karena……

Cinta adalah perasaan sulit terucap namun bisa dirasa 

Jumat, 24 Mei 2013

Sedih dan tangisku dalam diam dan canda tawa ku (bagian 1)

Tak terasa cukup lama aku tidak menulis di blog ini, ada perasaan lain yang hinggap sehingga semangat menuangkan apa yang ada di pikiran ini meluap tak terbendung. Rasa malas, jenuh dan segalanya merasa menghimpit sel-sel yang ada di otak serasa hendak pecah.
Di blog ini di tahun 2013 aku hanya baru menulis 2 tulisan saja yang ada sekedar pelepas penat pikiran ini yaitu Apa itu cinta..beri aku jawabnya ?  dan Layaknya .  Sejak ketiadaan anak ku yang pertama ketika itu yang berusia 2 bulan lebih  ku beri nama Khalila Sarah yang kudapatkan setelah berpikir-pikir keras dan akhirnya ku putuskan mencarinya di internet dengan kata kunci "Nama anak islami", yang artinya Khalila adalah Kesayangan dan Sarah adalah nama isteri nabi Ibrahim.
Bayi 
Dengan panggilan Lila, ku ingin agar layaknya seorang isteri nabi yang tabah dan tegar menghadapi segala cobaan yang ada karena cobaan  nabi pasti lebih dari dari seorang manusia biasa serta kesayangan buah hati kami (aku dan isteri serta keluarga). Namun apakah aku terlalu berharap dan percaya tinggi akan nama itu sehingga di umurnya 2 bulan lebih itu ia harus dipanggil lebih dulu menghadapNya, serasa hancur hati ini. Karena merasa bukan menjadi kesayangan aku dan isteri tapi jadi kesayangan Allah SWT karena begitu cepatnya ia diambil kembali. Namun setelah kutenangkan diri dan berpikir agak lebih jernih bahwa yang ada di dalam diri ini adalah sebuah titipan, apabila yang menitip ingin mengambil kita harus rela dan ikhlas melepasnya apa lagi yang menitip dan mengambil adalah Allah SWT, Tuhan dari segala Tuhan, Tuhan Yang Esa, Tuhan Sang Penguasa.
Hari-hari kulalui dengan hampa tiada arti, tiada apa pun yang dapat ku lakukan. Bahkan untuk beraktifitas seperti biasa yang kulakukan yaitu berjam-jam menatap layar monitor dari sekedar membaca blog, berita dan lainnya hingga service komputer dan laptop serta utak atik yang berkenaan dengan IT serasa hambar. Ratusan lembar kertas hasil cetakan dari print ku koyak dan bakar yang isinya kebanyakan tutorial dan materi tentang IT (komputer), sebenarnya itu merupakan salah satu wujud dari ketidak berdayaan ku menghadapi cobaan yang mendera. Untuk sekedar mendengarkan lagu di PC bahkan netbook saja serasa enggan sehingga sempat berujar dalam hati karena saking pilunya hati ini.

"Ya Allah kenapa hingga harus terjadi kejadian ini disaat aku menikmati karuniaMu memiliki seorang anak yang dilahirkan dari seorang ibu yang merupakan isteri hamba harus kau ambil lagi, begitu banyakkah dosa yang hamba perbuat hingga begini. Sudah capek dan lelah jiwa dan raga ini rasanya menanggung semua ini, namun di hati terkecil aku masih berharap kasih sayangMu karena Engkau Maha Pengasih dan Penyanyang. 
Terasa lelah diri ini belajar semua yang ada, tumpukan buku yang ada di rak tersebut belum semua kubaca bahkan beberapa ada buku sedikit pun belum ku pahami hanya sekedar bacaan, yang sebenarnya ku ingin apa yang ada dibuku tersebut kupelajari dan pahami hingga aku bisa mengajarkannya kepada anak ku. Ku tak ingin ia seperti ayahnya ini yang sedang berbicara dengan Mu walau pun tak tampak ku tahu kau ada untuk ku, mendengar dan melihat.

Rabu, 17 April 2013

Apa itu cinta..beri aku jawabnya ?

CINTA sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf saja namun begitu besar artinya di dalam hidup ini sehingga aku bertanya-tanya apakah itu sebuah cinta, apakah ia sesuatu yang sangat berharga dan terpenting dalam hidup ini. 

Karena cinta itu kadang memberikan tetes air mata , melemahkan jiwa raga, membutakan mata hati, meluluh lantakkan sanubari terdalam hingga gelap akan menutup sebuah penerang jalan hidup. Tapi cinta juga memberikan derai tawa, kesejukan di hati, memberikan semangat lebih dari yang kita kira dalam perjalanan ini, memberikan warna lebih indah.

Namun cinta seringkali menimbulkan gejolak diantara kedua rasa yang berbeda, saat kita merasakan cinta pasti akan ada kontradiksi atau pertentangan antara perasaan di dalam hati. Tetes air mata tidak selamanya menyedihkan namun bisa juga sebuah kebahagian namun pada saat dimensi waktu yang berbeda akan menimbulkan tetes air mata bersanding dengan kesejukan di hati, mungkin ini biasa umumnya terjadi pada saat cinta kita pada seseorang harus kandas namun ternyata beban di dada terasa lebih ringan. Hal ini mungkin terjadi selama kita bersama seorang yang kita cintai, kebebasan yang ada sedikit terkukung oleh sebuah ikatan yang namanya cinta tersebut yang seharusnya tidak demikian. Kita begitu bahagia, lebih bersemangat menjalani hidup namun tanpa kita sadari hal-hal yang biasa kita lakukan terpangkas oleh kesibukan kita akan cinta misal kita yang biasa melakukan sebuah hobby yang tidak bisa dimengerti oleh pasangan kita maka mengharuskan kita untuk mengurangi atau bahkan menghilangkannya atas nama cinta.

Kita akan menyadarinya saat kita terlepas oleh cinta itu dan baru menyadari akan sebuah cinta lain yaitu hobby tapi sisi hati yang lain kita merasakan kehampaan akan pengisi hati yang sepi akan cinta lawan jenis. Di saat itu terjadi perang batin yang terdalam di sanubari kita, kalau anak jaman sekarang yang ku ketahui kita merasakan sebuah kata "galau". Ingin rasanya bisa mengatur atau mengatasi semua itu agar cinta itu datang pada saat yang tepat pada saat kita siap untuk membagi antara cinta kita pada lawan jenis dan kegiatan atau hobby yang selama ini kita jalani, namun cinta itu seringkali hadir dengan tiba-tiba tanpa ada pesan dan tandanya.

Saat cinta itu hadir ada perubahan yang sangat drastis pada kita misal kita lebih banyak tersenyum (namun bukan senyum yang tanpa arti ya, itu sih lain), serasa saat mentari pagi muncul kita akan merasakan hari dan waktu ini begitu berbeda serasa kesejukan mentari merasuk kedalam jiwa. Semangat yang sempat redup akan menyala kembali bahkan lebih membara karena ada orang yang memperhatikan kita lebih selain orang tua atau pun keluarga lainnya.

Serasa dunia tersenyum pada kita melihat kita yang sedang jatuh cinta, setiap jengkal langkah memberikan makna. Namun saat kita semakin jauh melangkah mulailah muncul benih-benih kebosanan, keraguan, iri, dengki pokoknya yang negatif mulai muncul setelah sekian lama menjalani cinta.

Disaat ini lah kita akan berpikir apakah ini yang namanya cinta, barangkali kita akan menjawa cinta itu sebuah pengorbanan. Ada juga yang menganggap cinta itu adalah sebuah anugerah terindah setiap insan manusia yang di berikan oleh Yang Maha Kuasa, cinta itu penyatuan rasa sayang antar dua insan menjadi satu. Ada juga yang menganggap cinta itu sebagai semangat untuk kita lebih tegar, semangat mengapai sesuatu yang ingin dicapai, namun saat telah tercapai semangat itu malah kendur tidak seperti diawal diangan.

Bagi ku cinta itu tak bisa diungkapkan lewat kata-kata, diperdiksi bagaikan ilmu eksak namun lebih pada ilmu non eksak. Karena cinta itu membawa hati terlena, membawa kedamaian, menyejukkan dunia namun juga membawa sesal, hati kecewa membawa air mata, meruntuhkan rasa di jiwa. Kadang ingin jauh berlari dari cinta kadang juga ingin berlari mendekat akan cinta.





    

Kamis, 14 Maret 2013

Layaknya

Duri
Mencoba bertahan sekuat hati atas kata-kata yang ada
Memikirkannya membuat gerah hati bercampur duri tajam yang menancap
Kembali lagi aku terjebak ke dalam lubang yang sama
Aku kembali tak mampu belajar atas apa yang ada



Peribahasa berkata

"Bermain air basah bermain api meletup"
dan
"Bagai air di daun keladi"  

Kilauan dunia
Bukannya aku sempurna dan selalu bijak atau pun sombong
Namun kali ini aku menang pengalaman akan itu
Cuma hendak berbagi akan yang telah terlewati dan terjalani
Mungkin karena ego lah yang mengakibatkannya

Kata mu yang menyiratkan kelembutan dan bijak
Ternyata tak sebijak tingkah laku mu
Tak sampai semenit baru terucap halus menjadi jalan bebatu
Membuat bara api di tanah gambut muncul ke permukaan




Sehingga aku layaknya

"Bagai air di daun keladi"
dan
"Menyurat di atas air"

Memang aku tak bergelimang kilauan dunia
Namun jangan kira bisa beli aku dengan kilauan dunia mu itu
Niat yang baik belum tentu diterima baik pula
Jangan kira langit bisa bisa memakan bumi




Kamis, 13 September 2012

Lebaran alumni SD Mujahidin ‘94 PTK

Bunyi handphone BB (Blackberry) telah terdengar dari tadi yang merupakan tanda adanya obrolan grup BBM (Blackberry Messenger), ternyata akan ada rencana untuk berlebaran bersama. Terutama sekalian reuni setelah sekitar 20 tahun lebih jarang ketemu bersama, maklum saja kini kami semua hampir banyak yang telah berkeluarga dan mempunyai anak dengan kesibukan masing-masing.

Sebelumnya aku dengan yang lainnya berhubungan jarak jauh melalu facebook, karena facebook banyak digunakan oleh orang selama ini. Namun sejak bertumbuh kembangnya smartphone yang satu yaitu BB ini di Indonesia, maka sekarang saling sapa melalui satu perangkat pintar tersebut.

Dari obrolan yang panjang dan kadang jelas tidak jelas, benar maupun hanya guyonan akhirnya kami para alumni SD Mujahidin lulus angkatan 1994 bersepakat mengadakan reuni sekalian berlebaran. Tempat dan waktu pun ditentukan berkumpul di tempat Dewi sekitar 3 atau 4 hari setelah lebaran (Idul Fitri)….<kalo gak salah sih, maklum lupa….hehehe>

Setelah kumpul dari tempat Dewi kami bersama-sama pergi ke tempat guru kami bernama Bu Ida Syamselyati (dahulu mengajar mata pelajaran kesenian kayak gitu lah seingatku). Ini lah beberapa foto dan video yang dapat terekam  oleh ku bersama Izal,Ki2,Dewi,Shinta,Agus,Chieka,Iqbal,Dias dan lainya beserta beberapa membawa keluarganya dan ada dari gambar di bbm grup

para wanita lagi kumpul _Sadar Camera_ Aq plg cantekkk =))    Gara2 riska wajahku tak nampak    Ibu2 pd ngumpul   lagi ngrumpi  hingga tetes terakhir maaa....beliin sepeda yang gini dunk :) bersama bu Ida  santai suasana lebaran di rumah bu Ida   katanya sih trio kwek2 ^_^    Foto bareng sm bu ida&keluarga                     

Yang sesungguhnya ketika bertemu dengan mereka hanya beberapa saja yang kuingat wajahnya dan namanya, aku sudah banyak yang lupa secara lengkap tentang mereka akan merekam tetap dihati sebagai teman dan guru serta orang yang hadir dalam perjalanan menapaki kehidupan ku ini. Selengkapnya disini

Rabu, 11 Juli 2012

Selogam mata uang (bagian 1)

 

Setelah kejadian itu bayangan mu perlahan menghilang

Menyisakan bayang hitam, tak terasa

tetesan air di daun jatuh ketanah meninggalkan kubangan kepedihan.

Terbuai oleh kebersamaan yang telah lama menghampiri

Namun ku tepis bahwa itu tiada nyata dan hanya fatamorgana serta semu belaka.

Ternyata tlah kau tuangkan cinta kedalam bejana hati hingga mendidih hati ini

Namun belum sempat ku reguk nikmatnya air kehangatan cinta kasih itu

Dia yaitu cinta itu menghempaskan kalbu dan rasa di dada

Dengan tumpahnya air cinta di bejana tersebut

Aku tak dapat menjaga dan memelihara rasa ini

Hingga belum sempat kau benar-benar tepat di hati, kau telah hilang pergi menjauh

 senja

Di kala senja mulai menampakkan dirinya, aku melihat ke arah luar jendela. Langit mulai ditinggalkan oleh mentari yang mulai tenggelam namun di luar sana masih saja terang benderang yang diisi oleh cahaya dari lampu jalan, lampu taman di pekarangan rumah dan lampu di setiap rumah menggantikan cahaya sinar mentari yang perlahan mulai redup dan menghilang.

Namun ditengah ku memperhatikan dan menikmati bergantinya cahaya mentari menuju gelapnya malam serta bias cahaya bulan yang nun jauh disana, mata ini tertuju pada seberang jalan dimana rumah yang dulunya sudah lama kosong sekitar 3 bulan kini mulai ada penghuni.

Terlihat beberapa sosok orang yang sedang sibuk dengan barangnya untuk dimasukkan di rumah tersebut. Dalam hati aku berujar, “Apa gak tahu diri orang yang pindah itu ya…? sudah sekitar 3 bulan kosong kok langsung ditempati. Bukan dibersihkan dulu baru dipindahkan barang-barangnya ehmm…….tapi biarlah apa perlunya aku ikut urusan orang lain tersebut.”

Aku pun menutup jendela lalu menutupnya dengan kain pelindung jendela, lalu aku pun segera bergegas duduk di kursi menatap layar monitor yang berada diatas meja kayu ku. Ku kerjakan tugas kampus yang baru saja kuterima tadi pagi, namun niat mengerjakan tugas hanya sekedar niat saja tanpa nyata. Aku hanya bermain-main dengan khayalan dan pikiran saja, sedangkan program aplikasi menulis tetap saja putih kosong tanpa tulisan apa pun.

Senin, 02 Juli 2012

Bertepi

Kenapa kini kau tawarkan rasa itu

Yang kini telah mewangi dan bersemi bunga dihati, berselimut perih membekas didada.

Simpan saja cinta mu karena cinta mu tak perlu memiliki, seperti kau katakan dahulu.

Kini simpan saja cinta mu pada ku di dalam hati saja, jangan berharap aku kan membalas sedetik pun.

Maaf kan senyuman yang pergi padamu dan dingin yang membekas kini.

Aku telah bertepi ke sebuah dermaga dengan segala kondisinya dan aku menyenanginya serta bahagia.

Bunga yang kutanamkan di taman hati mu kini telah mati dan telah bersemi di hati yang lain, carilah bunga lain yang bisa indahkan taman bunga di hatimu.

mawar-merah

Selasa, 22 Mei 2012

Mencoba membuat antena sendiri

Telah lama aku sangat jarang menulis blog ini sekedar berbagi apa yang ada di dalam pikiran untuk dituangkan lewat kata-kata. Jangankan menulis blog untuk online sekedar chat atau browsing saja sudah lama tidak kulakukan.

Aku lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya offline misalnya mencoba membuat dan modif antena wifi sendiri yang ku dapatkan referensinya dari mesin pencari google (kata orang-orang sih biasanya mbah google) misal yagi, kaleng, omni, grid atau lainnya

Begitu banyak kisah-kisah dan cerita mengenai antena tersebut dari teori hingga prakteknya yang ku dapat dari link-link yang ada. Teorinya biasanya didapat dari tulisan-tulisan sedangkan prakteknya aku hanya bisa melihat dari video sharing yang terkenal yaitu Youtube.

Akhirnya ku coba antena kaleng untuk usb, awalnya bingung juga membaca tulisan-tulisan yang ada lalu ku putuskan melihat videonya akhirnya berhasil.Lalu setelah itu aku mencoba membuat antena Wajanbolic dengan kreasi ku sendiri hingga seperti ini aku juga gak tau pasti ini antena apa…? (hehehehe)

Dimana awalnya ini adalah antena yagi yang kulihat di blog teman yang telah membuatnya namun kuberi wajan yang telah kupotong pegangan(kupingnya) namun di tengah antena Yagi itu kuberikan lagi antena yang kudapat dari antena TV yang rusak. hingga jadinya seperti ini.

antena modif sendiri

Lalu kucoba menyambungkannya antena ke AP lalu meletakkan hanya dengan tinggi 2 meter dari permukaan tanah di depan rumah mengarahkannya keluar rumah, dan kutes menggunakan laptop sejauh mana sinyal masih bisa kudapat. Dalam pembuatan antena tersebut aku tidak menggunakan perhitungan pasti cuma kiraan saja, ternyata sinyal didapat mentok di 25 meter saja dalam keadaaan cuaca normal kalo sedang tidak baik hanya 20 meter saja. Lalu AP dan antena kusimpan dibagian atas rumah namun diletakkan pada tiang triangle, namun muncul kesulitan dalam hal daya atau power supply yang agak ribet.

Setelah tanya sana-sini dan lihat sana sini di dunia maya akhirnya jalan keluarnya yaitu menggunakan POE (Power On Ethernet), apaan lagi tuh pikir ku.

poe 

Lalu kuputuskan mencobanya lain kali, saja entah kapan….?Mungkin bila editan video dan foto telah selesai ku kerjakan saja tapi ya itu entah lah kalo sempat saja. Mungkin lebih tepatnya aku sedang malas saja (hehehehehehehehehe)

Senin, 30 April 2012

Burung besi

Kembali aku menginjakkan kaki di bandara untuk kesekian kalinya, mencari sebuah kata jawaban yang telah lama kucari.

Begitu lelah dan hendak ku hentikan saja langkah ini saat kunaiki satu persatu anak tangga yang tak seberapa banyak, ribuan kilometer kuarungi dengan burung besi mengitari putihnya awan dan birunya langit yang kadang hitam mendung melanda.

 tangga

Kepakan sayapnya mengantarkan aku terbang lebih jauh mengitari angan-angan yang tinggi, setinggi bulan yang jauh disana kala gelap melanda bumi.

Kala cuaca mulai menampakkan kegelapannya aku merasa dapatkan burung besi ini terbang mengantarkan aku sampai ke tujuan.garuda-dal

Tujuan yang masih dalam angan dan belum tentu sesuai dengan apa yang ada di angan ini, itu semua hanya ingin dan mau ku saja yang mungkin saja sesungguh yang terjadi bisa saja jauh darinya.

langit biru

Biarlah angan di hati ini terbang bersama terbangnya burung besi itu menuju langit biru yang begitu luasnya