Sabtu, 26 Februari 2011

Membaca karunia-Mu

Berbagai karunia telah Kau berikan

Sepintas terlintas hambar membaur di denyut jantung

Tak dapat ku kecap diantara dentuman kesenangan semu yang hinggap

Aku yang tanpa sadar dan sesal menari-nari diatasnya

 

Menyangka telah berbuat banyak pada Mu padahal tiada artinya

Hanya menambah luka dan rejaman mu perlahan mengurung diri

Hanya bisa membaca karunia-Mu namun tak berbekas dan berarti di hati

Sabtu, 19 Februari 2011

Energi

Rangkain kata tercipta dan tertuang

Redakan sedikit penat yang menjalar

Luapkan dan lepaskan energi negatif

Agar ada jalan bagi energi positif masuk ke tubuh ini

Rabu, 16 Februari 2011

Butiran air

Ketika darah itu tak kunjung mengalir ke tangan

Oksigen pun enggan memompa jantung

Cahaya dan lindungan Mu selalu hadir

Beri satu selimut kehangat jiwa memecah kehampaan

 

Tibalah saatnya nanti ku bertemu secara langsung

Kau kan bertanya nikmat apa yang tak Kuberi

Entah  jawaban apa yang kan terucap

Semoga setitik amal bisa menjawab

Diatas butiran air di laut anugerah-Mu

Senin, 14 Februari 2011

Penentu

Ku tahu semua yang terjadi di muka bumi serta seisinya bahkan sesuatu yang belum dan sudah terjadi, semua itu telah diatur dan diketahui oleh Allah SWT. Tapi kenapa aku tetap saja tidak percaya dan tunduk sepenuhnya atas kuasaNya yang sejauh mana dan sekeras apapun usaha kita untuk menolak, mengambil atau mengubahnya tetap Dia lah Penentu atas segala sesuatunya. Aku harus lebih mengerti bahwa yang terjadi pada diri ini semua ada hikmah dan manfaat yang selalu saja tersirat dalam gerak gerik tubuh.

Di tiap tarikan dan hembusan napas ada izin dari Nya yang tanpa dipinta tetap berfungsi sebagaimana mestinya, namun aku yang belum lagi menuju jalan Mu malah menjauhi segala bentuk jalannya. Ketakutan yang melanda diri ini bukannya membuat aku mendekat namun membuat diri ini menjauh dari Mu

Jumat, 11 Februari 2011

Rahasia Hati

Bersimpuh aku di lantai ku yang penuh warna saat semilir hembusan angin sejukkan raga yang berpeluh keringat dimana jenuh ku tak tertahan lagi semakin erat membungkus seperti kepompong, hingga terdengar derap langkah kaki sayup terdengar pelan mendekat.

Seketika itu menyapa diri yang hanyut dipusaran khayalan akan sebuah sosok idaman, dengan suaranya yang lembut bertutur halus menyapa dan raut wajah yang berseri-seri. Ku menoleh dan melihat ke arah wajahnya sekejap membuat terkesima melihat kehadirannya menyejukkan peluhku ini. Kehadirannya yang tiba-tiba itu melambungkan tinggi asa yang sempat tenggelam di hitamnya langit itu.

Ingin segera ungkapkan sebuah rahasia hati yang tersirat sehingga mengalunkan melodi indah menggetarkan jiwa kosong, yang terjadi adalah diam seribu bahasa tak satu patah pun terucap dari bibir ku ini.Hanya sebuah anggukan yang dapat ku perbuat, bodohkah aku dengan segalanya ini.,.,.,.


Naif kah aku atas semuanya,.,.,.sepertinya terlalu kerdil bagiku tuk beranikan diri,.,.,.apakah dewa dewi pemalu hinggap di jiwa dan hati ini,.,.,.?