Kepak sayapmu telah harumkan ibu pertiwi
Jangan rapuh sayapmu oleh luka tarungnya
Duka dan air mata mu adalah duka dan air mata rakyat mu
Tetap junjung nilai juang sportifitas yang terjalin
Meraih kemenangan dan kebanggaan tertatih
Tetap tegakkan kepala atas kekalahan
Yang kau raih dengan kerja keras dan sportif
Rabu, 29 Desember 2010
Rabu, 08 Desember 2010
Peluh
Hidup adalah sebuah siklus
Yang tanpa batas awal dan akhir
Ia merupakan sebuah rangkaian dan sulaman perjalanan waktu
Awal bisa menjadi akhir suatu kehidupan
Begitu juga akhir kan jadi awal dari semua
Yang selalu temani menari-nari di singasana kebajikan dan kebaikan
Kala mentari mulai menyapa relung hati
Maka bersiaplah untuk menyambut dingin menusuk tulang belulang
Yang membangkitkan dan meghempaskan nurani bersimbah peluh
Takkan henti-hentinya bersanding di tiap hembusan napas
Yang tanpa batas awal dan akhir
Ia merupakan sebuah rangkaian dan sulaman perjalanan waktu
Awal bisa menjadi akhir suatu kehidupan
Begitu juga akhir kan jadi awal dari semua
Yang selalu temani menari-nari di singasana kebajikan dan kebaikan
Disela sela keangkuhan dan keburukan yang singgah datang dan pergi
Kala mentari mulai menyapa relung hati
Maka bersiaplah untuk menyambut dingin menusuk tulang belulang
Yang membangkitkan dan meghempaskan nurani bersimbah peluh
Takkan henti-hentinya bersanding di tiap hembusan napas
Minggu, 14 November 2010
Waktu Berjalan
Waktu ku untuk melangkah menuju langkah baru
Langkah yang harus kulewati dan jalani
Yang nantinya kan penuh warna dan gejolak
Awal dari sekian banyak waktu yang kan terlewati
Jumat, 12 November 2010
Tanya mu
Saat kau bertanya padaku akan jalan ini
Dengarlah takkan kutinggalkan kau di gurun pasir ini
Yang membuat kering kerongkongan tenggorokan itu
Dalam meniti butir-butir pasir terhampar luas
Dimana sinar mentari memanaskan tapak kaki mu
Kan kutempuh jutaan kilo mencari sebuah oase
Yang disana kau kan temui keteduhan dan kenyamanan jiwa raga mu
Rabu, 10 November 2010
Satu jam
Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hati ku
Namun bagi ku lupakan mu
Butuh waktu ku seumur hidup
Dihati ku
Langganan:
Postingan (Atom)