Kamis, 14 Maret 2013

Layaknya

Duri
Mencoba bertahan sekuat hati atas kata-kata yang ada
Memikirkannya membuat gerah hati bercampur duri tajam yang menancap
Kembali lagi aku terjebak ke dalam lubang yang sama
Aku kembali tak mampu belajar atas apa yang ada



Peribahasa berkata

"Bermain air basah bermain api meletup"
dan
"Bagai air di daun keladi"  

Kilauan dunia
Bukannya aku sempurna dan selalu bijak atau pun sombong
Namun kali ini aku menang pengalaman akan itu
Cuma hendak berbagi akan yang telah terlewati dan terjalani
Mungkin karena ego lah yang mengakibatkannya

Kata mu yang menyiratkan kelembutan dan bijak
Ternyata tak sebijak tingkah laku mu
Tak sampai semenit baru terucap halus menjadi jalan bebatu
Membuat bara api di tanah gambut muncul ke permukaan




Sehingga aku layaknya

"Bagai air di daun keladi"
dan
"Menyurat di atas air"

Memang aku tak bergelimang kilauan dunia
Namun jangan kira bisa beli aku dengan kilauan dunia mu itu
Niat yang baik belum tentu diterima baik pula
Jangan kira langit bisa bisa memakan bumi




Kamis, 13 September 2012

Lebaran alumni SD Mujahidin ‘94 PTK

Bunyi handphone BB (Blackberry) telah terdengar dari tadi yang merupakan tanda adanya obrolan grup BBM (Blackberry Messenger), ternyata akan ada rencana untuk berlebaran bersama. Terutama sekalian reuni setelah sekitar 20 tahun lebih jarang ketemu bersama, maklum saja kini kami semua hampir banyak yang telah berkeluarga dan mempunyai anak dengan kesibukan masing-masing.

Sebelumnya aku dengan yang lainnya berhubungan jarak jauh melalu facebook, karena facebook banyak digunakan oleh orang selama ini. Namun sejak bertumbuh kembangnya smartphone yang satu yaitu BB ini di Indonesia, maka sekarang saling sapa melalui satu perangkat pintar tersebut.

Dari obrolan yang panjang dan kadang jelas tidak jelas, benar maupun hanya guyonan akhirnya kami para alumni SD Mujahidin lulus angkatan 1994 bersepakat mengadakan reuni sekalian berlebaran. Tempat dan waktu pun ditentukan berkumpul di tempat Dewi sekitar 3 atau 4 hari setelah lebaran (Idul Fitri)….<kalo gak salah sih, maklum lupa….hehehe>

Setelah kumpul dari tempat Dewi kami bersama-sama pergi ke tempat guru kami bernama Bu Ida Syamselyati (dahulu mengajar mata pelajaran kesenian kayak gitu lah seingatku). Ini lah beberapa foto dan video yang dapat terekam  oleh ku bersama Izal,Ki2,Dewi,Shinta,Agus,Chieka,Iqbal,Dias dan lainya beserta beberapa membawa keluarganya dan ada dari gambar di bbm grup

para wanita lagi kumpul _Sadar Camera_ Aq plg cantekkk =))    Gara2 riska wajahku tak nampak    Ibu2 pd ngumpul   lagi ngrumpi  hingga tetes terakhir maaa....beliin sepeda yang gini dunk :) bersama bu Ida  santai suasana lebaran di rumah bu Ida   katanya sih trio kwek2 ^_^    Foto bareng sm bu ida&keluarga                     

Yang sesungguhnya ketika bertemu dengan mereka hanya beberapa saja yang kuingat wajahnya dan namanya, aku sudah banyak yang lupa secara lengkap tentang mereka akan merekam tetap dihati sebagai teman dan guru serta orang yang hadir dalam perjalanan menapaki kehidupan ku ini. Selengkapnya disini

Rabu, 11 Juli 2012

Selogam mata uang (bagian 1)

 

Setelah kejadian itu bayangan mu perlahan menghilang

Menyisakan bayang hitam, tak terasa

tetesan air di daun jatuh ketanah meninggalkan kubangan kepedihan.

Terbuai oleh kebersamaan yang telah lama menghampiri

Namun ku tepis bahwa itu tiada nyata dan hanya fatamorgana serta semu belaka.

Ternyata tlah kau tuangkan cinta kedalam bejana hati hingga mendidih hati ini

Namun belum sempat ku reguk nikmatnya air kehangatan cinta kasih itu

Dia yaitu cinta itu menghempaskan kalbu dan rasa di dada

Dengan tumpahnya air cinta di bejana tersebut

Aku tak dapat menjaga dan memelihara rasa ini

Hingga belum sempat kau benar-benar tepat di hati, kau telah hilang pergi menjauh

 senja

Di kala senja mulai menampakkan dirinya, aku melihat ke arah luar jendela. Langit mulai ditinggalkan oleh mentari yang mulai tenggelam namun di luar sana masih saja terang benderang yang diisi oleh cahaya dari lampu jalan, lampu taman di pekarangan rumah dan lampu di setiap rumah menggantikan cahaya sinar mentari yang perlahan mulai redup dan menghilang.

Namun ditengah ku memperhatikan dan menikmati bergantinya cahaya mentari menuju gelapnya malam serta bias cahaya bulan yang nun jauh disana, mata ini tertuju pada seberang jalan dimana rumah yang dulunya sudah lama kosong sekitar 3 bulan kini mulai ada penghuni.

Terlihat beberapa sosok orang yang sedang sibuk dengan barangnya untuk dimasukkan di rumah tersebut. Dalam hati aku berujar, “Apa gak tahu diri orang yang pindah itu ya…? sudah sekitar 3 bulan kosong kok langsung ditempati. Bukan dibersihkan dulu baru dipindahkan barang-barangnya ehmm…….tapi biarlah apa perlunya aku ikut urusan orang lain tersebut.”

Aku pun menutup jendela lalu menutupnya dengan kain pelindung jendela, lalu aku pun segera bergegas duduk di kursi menatap layar monitor yang berada diatas meja kayu ku. Ku kerjakan tugas kampus yang baru saja kuterima tadi pagi, namun niat mengerjakan tugas hanya sekedar niat saja tanpa nyata. Aku hanya bermain-main dengan khayalan dan pikiran saja, sedangkan program aplikasi menulis tetap saja putih kosong tanpa tulisan apa pun.

Senin, 02 Juli 2012

Bertepi

Kenapa kini kau tawarkan rasa itu

Yang kini telah mewangi dan bersemi bunga dihati, berselimut perih membekas didada.

Simpan saja cinta mu karena cinta mu tak perlu memiliki, seperti kau katakan dahulu.

Kini simpan saja cinta mu pada ku di dalam hati saja, jangan berharap aku kan membalas sedetik pun.

Maaf kan senyuman yang pergi padamu dan dingin yang membekas kini.

Aku telah bertepi ke sebuah dermaga dengan segala kondisinya dan aku menyenanginya serta bahagia.

Bunga yang kutanamkan di taman hati mu kini telah mati dan telah bersemi di hati yang lain, carilah bunga lain yang bisa indahkan taman bunga di hatimu.

mawar-merah