Jumat, 08 Juli 2011

Malam menjemput tidurku

Saat bintang bersinar terang benderang diatas langit hitam, dimana  indahnya malam dan semilir angin yang berhembus menambah keindahan saat ini.
Mengagumi semua yang ada, kesadaran ku akan sesuatu hal yang harus kulakukan serasa muncul disampingku. Aku yang duduk diatas kursi plastik segera menoleh ke belakang kedalam ruang kamarku yang berserakan oleh kaleng-kaleng cat dan beberapa kuas, dimana baru setengah ruang kamarku saja yang selesai di cat dan tampak bersih.

Esok kembali lagi menyelesaikannya namun saat ini sebelum mata menutup mengusir lelahku, ada baiknya kurapikan.

Jumat, 01 Juli 2011

Hapus itu semua

Waktu yang semakin cepat berlalu dan berlari, meninggalkan aku disini terperosok dalam lubang kemunafikan. Tabir yang ada di muka itulah yang kalian lihat selama ini, kesemuan yang selalu kan menampilkan cermin kebijaksaan dan kebaikan Setiap manusia mungkin kan selalu menutupi keburukan dan kekurangannya dengan kelebihan dan kebaikan yang dimiliki, karena Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa saja tidak suka terhadap keburukan dan kekurangan hamba-hambanya serta menutupi itu semua dari orang yang melihat agar hamba-Nya tahu bahwa Ia Maha Penyayang dan suka akan kebaikan dan kelebihan umatnya. Hal itu agar kita dapat saling melengkapi dalam kelebihan dan kekurangan yang ada serta berusaha berbuat yang terbaik dan memperbaiki segalanya.
Hati itu tak dapat dipungkiri lagi akan rindunya ia akan kebaikan dan

Kamis, 02 Juni 2011

Tercipta di hati

Kepada sang malam gelap menghadang, ku sandarkan lelah ini
Di terangnya esok, ku kaitkan cita dan harapan serta asa di terbitnya mentari  
Kepada air yang mengalir, ku hapus noda kehidupan terpatri saat waktu terlewati
Di rinai hujan itu, ku menari atas kesegaran yang tercipta di hati

Aku, Kau, Dia, Mereka dan Kita semua adalah sama
Basah saat tersiram hujan dan kering tersengat sinar matahari
Namun jalan yang tertempuh tidaklah sama
Nikmati dan reguklah makna di setiap jalan hari ini

Senin, 23 Mei 2011

Seharusnya Kau Ku Miliki

Disemilir angin yang menerpa dedauanan hijau di taman kota yang sedang kusinggahi ini. Daun menguning di tanah basah terkena hujan semalam terbang melayang menjauh layaknya diri ini, yang kini pikiran angan ku terbang jauh kembali ke masa lalu.

Terhadap sesosok wanita lembut dan penuh dengan daya tarik sehingga menarik hati ini tuk selalu dekat bersamanya dan terasa nyaman berada di sampingnya. Begitu dekatnya jarak

Kamis, 19 Mei 2011

Kasih sayang

Ayah, Bapak, Papa, Abi apapun nama panggilan mu
Ibu, Mama, Ummi, Bunda bagaimana pun cara memanggilmu
Begitu jauh, lelah dan berduri jalan yang telah kalian lewati
Hanya untuk anakmu yang kecil ini, yang tak henti-hentinya menangis

Ku peras seluruh keringat jerih payahmu dari dalam kandungan hingga kelak kau tiada
Tiada pinta balasanmu saat menemaniku arungi kerasnya kehidupan
Hanya satu pesanmu padaku jalani hidup bersandar pada Sang Kuasa
Kelak ku kan mampu tegar lewati perjalanan hidup yang kan ku tempuh