Kamis, 03 November 2011

Kunjungan pertama setelah bertahun meninggalkannya

Pagi itu aku sedang asyik di depan layar monitor pada PC yang ada. Terlintas sebuah ide untuk melihat-lihat atau mengunjungi kembali sekolah dasar ku waktu kecil yaitu Sekolah Dasar Swasta Mujahidin Pontianak.
Bendera Merah Putih SD Mujahidin PTKDengan cepat aku mengambil kamera pocket ku dan camcoder disamping meja komputer ku lalu memasukkan kedalam tas serta tak lupa sebuah buku kecil untuk mencatat apa yang mungkin diperlukan. Setelah semua masuk kedalam tas dan tas pun telah berada dipundak ini segera dihidupkan sepeda motor ku ke sekolah tersebut.

Jarak tempat tinggal ku dengan sekolah SD ku ini tidak lah jauh cukup memakan waktu 10 menit menggunakan motor, namun disebabkan pada saat ini langit lebih banyak menangis maka banjir memperlambat waktu yang harus kutempuh yaitu 20 menit.
Saat aku terjebak banjir aku sms seorang teman bernama irham yang lagi mengajar komputer di SMU Mujahidin. Mujahidin adalah sebuah yayasan dimana sekolah tersebut ada Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Lapangan dekat TK Mujahidin PTKSesampainya disana di tempat parkir dan telah ku simpan motor ku di tempat yang aman dan rapi, berjalanlah aku masuk ke pintu masuk gedung sekolah tersebut. Begitu banyak perubahan yang terjadi, maklumlah terakhir aku melihat gedung sekolah ya ketika aku lulus dan tamat  dari SD Mujahidin Pontianak yaitu tahun 1994. Sambil heran dan bingung melihat kondisi yang ada, ku langkahkan kaki ini menuju lapangan yang dulunya biasa kami melakukan upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari yang mengharuskan upacara serta yang setiap paginya sebelum masuk kelas kami harus melakukan aktivitas senam pagi.
Aku hanya bisa diam berdiri dilapangan sambil melihat-lihat keadaan sekeliling dan mengenang kenangan masa lalu yang ada di saat dulu aku berada dilapangan ini dengan pakaian Putih Merah atau pakaian Pramuka. Di lapangan ini juga dulu aku berolah raga dan latihan sepak takraw dan bulutangkis atau bola voli, bersama sahabat Rudy Paul yang ku dengar-dengar telah tiada dari teman satu angkatan sekolah saat reuni.
Perpustakaan SD Mujahidin PTKDan situ di lapangan ini dulu aku dan teman lainnya kala jam istirahat atau pulang sekolah untuk bersenang-senang. Dan di tempat ini pula seingatku aku sering dijemur saat aku tidak mengerjakan PR atau hukuman yang kudapat saat tidak memakai topi atau dasi saat upacara bendera di hari senin. 
Cukup lama aku berdiri di lapangan itu sebelum kulanjutkan langkah kaki ini ke arah dulunya kantin yang sekarang berubah jadi sebuah ruangan untuk SMA. Sambil mata ini terus mengamati tiap mili dan jejak kenangan yang ada mengitari seluruh area gedung sekolah.

Melihat ruang kelas yang ada hingga aku sampailah pada sebuah tangga berwarna merah yang seolah-olah menarik ku dalam dunia kenangan dimasa kecil masa sekolah, aku pun duduk di anak tangga tersebut dan mencoba menggali lebih jauh kenangan yang ada. Hanya sebuah sosok dalam kenangan menghampiri ku  dengan samar, dengan tubuh pendek gemuk baik dan  pintar yaitu Deni Febriady. Ya seingat ku itulah namanya, yang berkata pada ku jangan sedih dan putus asa serta mengucapkan kata yang meneduhkan hati bahwa aku bisa dalam pendidikan walau apa pun sakit yang ku alami dan tetap tegar atas penyakit yang kudera. Semua itu terasa samar dan sayup terdengar di telinga saat berada duduk di tangga menuju ruang kepala sekolah, namun sayang kini kau hanya ada dalam benak dan kenangan karena kau telah meninggalkan dunia ini disaat masih terlalu kecil kau nikmati suka duka kehidupan.
WC SD Mujahidin PTKUntuk melupakan sejenak kenangan itu aku melanjutkan perjalanan ku ke bangunan ujung dimana dulu terdapat sebuah kantin dan WC. Ku melihat ada sebuah bangunan baru yang digunakan oleh siswa SD untuk kegiatan belajar mengajar dimana dulu tidak ada saat aku sekolah disini. Di saat itu aku ingin lebih tahu kondisi sekolah saat ini dan kumelihat sebuah papan nama yang bertuliskan Perpustakaan milik SD, aku pun bertanya kepada salah seorang petugas perpustakaan dimana letak ruang kepala sekolah. Ternyata masih seperti dulu letak ruang kepala sekolahnya, sesampainya di ruangan tersebut ternyata kepala sekolah tidak ada dan aku pun menunggu sesaat.
Akhirnya aku bertemu dengan kepala sekolahnya yaitu Pak Sutaji, yang ternyata beliau adalah guru  ku di saat aku masih sekolah. Tidak hanya itu saja aku bertemu dengan Pak Agus yang masih kuingat saat aku bertemunya di ruangan kepala sekolah, yang dulu ngajar pelajaran olah raga bersama almarhum Pak Benny. Aku pun menyampaikan niat ku datang kembali ke sekolah ini yaitu ingin mencari tahu kondisi dan situasi sekolah saat ini di tahun 2011, dan menyampaikan yang kudapat dan lihat kepada teman SD yang lain serta beliau pun menyambut dengan ramah dan suka atas kedatanganku.
lantai 3 SD Mujahidin PTK
Ditanyanya namu ku lalu di tulisnya kedalam sebuah buku barangkali buku kunjungan alumni serta tahun angkatan lulus dan nomor telpon ku, setelah kuberikan semua aku pun minta izin untuk mengambil foto dan video sebagai bahan dokumentasi ku dan juga yang akan kubagi kan di facebook agar teman yang lain bisa melihatnya. Namun baru foto saja yang baru bisa kubagikan di grup facebok alumni dan tautan ke dinding teman-teman, hal itu disebabkan karena terlalu sedikit yang bisa kubagikan atas kunjungan aku ini sebab aku sampainya pada jam 12 siang dimana telah sepi murid-murid yang ada.
Dan ternyata kuketahui bahwa ada beberapa teman-taman seangkatan berencana senin  depan akan mengunjungi sekolah ini dengan segera aku mengajukan diri untuk turut serta. Walaupun esok harinya setelah kunjungan aku ini akan kembali lagi, tuk sekedar mengingat kembali kenangan yang ada dan yang telah terjadi. 

4 komentar:

  1. kenangan indah y bg.
    Kisah2 masa sd yg sulit tuk dilupakan.
    Irham jga punya kenangan yg byk di sana,masa2 sma...
    Smga dokumentasinya sgt2 membantu memberkn informsi ttng kondsi sekolah di masa skrng.

    BalasHapus
  2. iya begitu banyak kenangan yang gak bisa diungkapkan semua lewat kata maupun tulisan
    Hanya dalam pikiran dan kenangan saja
    makasih juga bantuannya

    BalasHapus
  3. ya kenangan paling indah memang saat saat di sekolah hehe

    BalasHapus